
Lokakarya Pembelajaran Inovatif dan Kebijakan Pendidikan Dasar
Tanggal 7 Mei 2009 bertempat di Ruang Sidang UMP lantai 2 PGSD akan mengadakan lokakarya kebijakan pendidikan dasar dan pembelajaran inovatif. Lokakarya ini akan diikuti 70 peserta terdiri dari dosen PGSD dan Guru-guru/Kepala Sekolah se eks Banyumas yaitu Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.
Lokakarya mendatangkan Dr. Udin Syaefuddin dari UPI Bandung. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 minggu termasuk pembuatan tagihan yang harus dikerjakan oleh guru untuk mendapatkan sertifikat.
Lokakarya ini merupakan bagian kegiatan dari Hibah PGSD B Batch II yang diperoleh PGSD UMP untuk tahun ketiga yang saat ini diketuai oleh Drs. Sony Irianto,M.Pd.
Selain Lokakara untuk akhir uni akan diadakan pelatihan internet atau pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan Moddle. Kegiatan ini juga akan mengundang guru-guru yang sekolahnya telah menjdi mitra PGSD UMP. Keterangan selanjutnya dapat diperoleh di PGSD atau melalui kontak person pemilik web ini.
WORKSHOP MEDIA PENGAJARAN BERBASIS ICT
Tanggal 9 dan 10 Mei LPPM UMP bekerja sama dengan LPK Macotama dan Diknas Kabupaten Banyumas mengadakan pelatihan atau workshop media pengajaran berbasis ICT. Workshop ini diikuti oleh 80 orang guru yang berasal dari Banyumas, Cilacap dan Kebumen. Materi yang diberikan antara lain pembuatan email, pembuatan blog dan animasi menggunakan Flash 8.
Setelah mengikuti pelatihan diharapkan guru-guru dapat menerapkan ilmunya dalam pembelajaran sehari-hari dengan memanfaatkan ICT yang ada, sehingga model ekspositori sedikit demi sedikit dikurangi. Karena bagaimanapun juga konsepnya Bruner bahwa apa yang dikerjakan dan dilihat lebih terpateri dalam ingatan dibanding sekedar mengingat dari apa yang didengar guru perlu diterjemahkan dalam pembelajaran.
SIAP-SIAP MASUK RSJ 
(4 April 2009)
Pencontrengan tinggal 5 hari lagi. Para Caleg sudah mulai menghitung untung ruginya jika terpilih atau jika tidak terpilih. Saat ini mereka sedang mengkalkulasi berapa biaya yang sudah dikeluarkan, berapa uang pribadi dan berapa hutang pinjaman. Masih mujur jika caleg terpilih mnenduduki kursi panas di gedung dewan. Tetapi jika kursi lepas dari genggaman masih ada kamar VIP menanti. Kamar VIP di RSJ.
Memang caleg kita rawan terkena depresi, seperti yang terjadi pada calon bupati dari Jawa Timur yang stress berat. Semua itu tidAK LAIN SEBAGAI akibat rasa malu, hilangnya percaya diri dan hutang yang menumpuk. Tetapi apakah setelah masuk RSJ dijamin akan lebih nyaman ? Belum tentu juga, karena selepas dari RSJ tentunya akan ada tambahan hutang lagi akibat beban biaya rumah sakit yang harus dibayar.
Barangkali inilah contoh pemilu paling kacau, paling banyak menelan korban akibat depresi dari sebuah negara. Caleg yang depresi memang belum nampak saat ini, tetapi coba kita tunggu sampai satu bulan kedepan. Barangkali cerita caleg depresi akan menghiasi berita mass media kita sehari-hari, melebihi beritanya Ponari yang fenomenal. Yaaaa Ponari. Contoh nyata yang menohok pada pemerintah tentang kemampuan menyehatkan rakyatnya dengan biaya murah. Ponari seolah mengejek dunia kedokteran kita. Belum ada ceritanya seorang dokter mendapatkan pasien antri sampai ratusan, sedang Ponari ribuan.
Kembali pada caleg kita. Siapa yang akan mewakili kita jika caleg kita banyak berhutang demi sebuah kursi. Apa yang akan dilakukan anggota legislatif pertama kalinya kalau tidak mencari cara untuk mengembalikan modal ? Mudah-mudahan yang depresi tidak termasuk yang terpilih karena kesulitan mengembalikan modal setelah KPK makin kencang larinya.
|
LINK TO NEWS SOURCE |
SAVE OUR EARTH |
EDITING TERAKHIR 10 MEI 2009
TOPIK LAIN
|
|
| |